Beranda News Edukasi Masyarakat Tentang Ekonomi Syariah

Edukasi Masyarakat Tentang Ekonomi Syariah

8
0
BERBAGI

ZONAINDONESIA.ID, KARANGANYAR – Perekonomian syariah di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat. Hal ini dapat terlihat dari komposisi aset perbankan syariah yang mencapai 4,9 persen atau Rp24,7 triliun dari total aset perbankan syariah nasional.

Meski demikian Gubernur Ganjar Pranowo SH MIP masih belum puas dengan capaian tersebut karena pertumbuhan aset perbankan syariah Jawa Tengah pada periode 2017 masih lebih rendah dibanding provinsi lainnya di Jawa dengan hanya menduduki peringkat ketiga setelah DIY dan Jawa Barat. Oleh karenanya, dirinya meminta agar para pelaku koperasi Syariah dan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) diminta untuk melakukan suatu inovasi dalam mengedukasi masyarakat tentang perbankan syariah ataupun ekonomi syariah.

“Apa problemnya sekarang? Pengetahuan, sehingga sangat penting untuk memberikan edukasi untuk memberikan pengarahan, pemahaman semuanya kepada masyarakat agar mau berbisnis syariah,” katanya saat membuka Workshop Pra Ijtima Sanawi Dewan Pengawas Syariah (DPS) Kopsyah-BMT yang diselenggarakan di Hotel Syariah Karanganyar, Jumat (28/9/2018).

Menurut Ganjar, saat ini pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah masih sebatas perbankan syariah. Padahal ekonomi syariah sangat luas, seperti Bank Syariah, Asuransi Syariah, Pasar Modal Syariah, Reksadana Syariah, Pegadaian Syariah, Koperasi Syariah, hingga Hotel Syariah.

Masih banyaknya pengangguran di Jawa Tengah, imbuh Ganjar, karena masyarakat saat ini masih mengidolakan pekerjaan PNS, sehingga keinginan untuk memulai berbisnis masih sangat rendah. Karenanya, mindset tersebut harus diubah agar mereka mau beralih menjadi pebisnis atau entrepreneur dengan mengembangkan potensi-potensi daerah.

Hal ini sesuai dengan misi pembangunan Jawa Tengah untuk lima tahun kedepan kepemimpinananya bersama Gus Yasin, yakni mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan memperkuat basis ekonomi rakyat dan membuka banyak ruang usaha baru. Sehingga jajaran pemerintah selalu all out dalam menjalan program-program termasuk pengembangan perekonomian syariah.

“Dengan penduduk yang besarnya minta ampun seperti ini pengen jadi PNS semua, janganlah. Sebagian besar harus berbisnis, maka kita dorong pengetahuannya, akses modal baik perbankan umum atau syariah kita permudah, dan model ekonomi di luar negara dan swasta ada koperasi yang kita harapkan dan bina terus mau pakai yang umum atau syariah,” ujarnya.

Namun upaya ini tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, perlu ada banyak dukungan dari berbagai kalangan utamanya koperasi syariah-BMT yang juga berkewajiban membantu memberikan edukasi untuk memperbanyak literasi masyarakat tentang ekonomi syariah.

Ganjar meyakini ekonomi syariah ini akan menjadi arus baru ekonomi Indonesia. Khususnya Jawa Tengah yang mampu menguatkan pertumbuhan ekonomi yang mensejahterakan dan berkeadilan sosial.

“Ini berkembang dengan baik melalui peran banyak pemangku kepentingan, sebenarnya bapak ibu ini yang diharapkan. Mari kita tunjukan itu dengan baik,” pungkasnya.(Kukuh/Puji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here