Beranda Politik FKUB dan Tokoh Agama Kecam Pencatutan Nama dalam Kampanye

FKUB dan Tokoh Agama Kecam Pencatutan Nama dalam Kampanye

67
0
BERBAGI

ZonaBekasi.com-Kota-Tokoh agama Kristen dan Katolik mengunjungi kediaman ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Bekasi Abdul Manan dijalan Galaxi II Nomor.305 Jakasetia, Bekasi Selatan (minggu,24/6) untuk membahas dugaan pencatutan nama mereka dalam sebuah surat perjanjian dengan salah satu pasangan calon (Paslon) yang akhir-akhir ini marak beredar digroub WhatUp. Senin, 25/6/2018.

Ke empat tokoh agama itu adalah Yustinus Kesariyanto Romo Keuskupan Agung Jakarta Dekanat Bekasi, Pendeta Joskusport Silalahi dari Persekutuan Gereja di Indonesia, Pendeta Yohanes Nur dari Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia Bekasi, dan Pendeta Subagio Sulistyo dari Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia Kota Bekasi.

Dalam surat perjanjian yang yang beredar berisi tentang pemberian dukungan suara dan logistik dari para tokoh agama kepada salah satu Paslon dengan kompensasi pembanggunan 500 Gereja dikota Bekasi dalam kurun waktu 5 tahun, “Kami merasa bahwa ini harus diluruskan, karena merugikan bagi kami juga. Saya katakan ini tidak benar, ” ujar Yustinus Kesaryanto, Minggu (24/6/2018).

Yustinus menyatakan antara dia dan rekan pemuka agama lainnya belum pernah bertemu langsung secara bersamaan. “Bahkan didalam surat itu masih terdapat kesalahan penulisan nama, tanda tangan, juga cap yang diduga palsu. Kami semua tidak pernah menghadiri atau pun menandatangani perjanjian tersebut, ” ungkapnya.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia Kota Bekasi Yohanes Nur mengecam hal tersebut,  “Itu adalah sebuah perbuatan biadab.Saya sangat mengutuk, karena mencatut nama orang yang sama sekali tidak memiliki kepentingan, itu sangat tidak berprikemanusiaan, ” cetusnya

Sambung Yohanes, “Kami merasa nama kami dicatut sehingga harus menyampaikan langkah-langkah hukum, kami serahkan pada yang berwajib,” ujarnya.

Ketua FKUB Kota Bekasi Abdul Manan menambahkan, “Saya di TNI, di Golkar, dimasyarakat untuk membangun kota Bekasi ini bersama-sama tanpa harus melihat suku dan agamanya. Tetapi ingat, pemimpin itu hendaknya amanah jangan saling memfitnah dan menghujat karena pemimpin agama membawa umat di belakangnya,” pungkasnya. (Ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here